Thursday, September 8, 2016

RESEP JUS NANAS SEGAR SERUT GULA JAWA

RESEP JUS NANAS SEGAR SERUT GULA JAWA

Saat cuaca panas, minum minuman yang segar lagi manis dan sedikit memiliki rasa asam tentu akan sangat melegakan. Biasanya, untuk minuman ini bisa dibuat dari buah jeruk, buah markisa atau buah nanas.

Nah, ngomongin soal buah nanas yang dijadikan minuman segar lagi melegakan, kali kita coba membuat es nanas serut gula jawa yang segar.

Seperti apa resepnya? Berikut nih resepnya.

Bahan yang diperlukan:

- 1 buah nanas (kupas, potong kecil-kecil sesuai selera)
- 1 liter air
- 5 sdm gula pasir
- 5 sdm gula jawa yang telah disisir halus
- Es serut (secukupnya)
- 2 buah cengkeh

Cara Membuat:

1. Panaskan air hingga mendidih lalu tambahkan gula pasir dan gula jawa ke dalamnya hingga larut.

2. Tambahkan cengkeh ke dalam air rebusan ini.

3. Tambahkan juga buah nanas ke dalamnya dan masak lagi hingga mendidih serta aroma nanas harum. Jika sudah matang, angkat.

4. Siapkan gelas lalu tuang nanas ke dalamnya. Tambahkan es serut ke dalamnya agar tercipta es nanas serut gula jawa yang segar, melegakan sekaligus sangat sehat.

Itulah cara membuat es nanas serut dengan gula jawa yang segar. Gimana nih, resep yang sangat mudah bukan? Selamat mencoba resep ini dan semoga kamu serta keluarga suka!

Monday, August 29, 2016

HOW TO REDUCE DEBT

Debt is what was promised to be returned or given to seseorang.hal this because you have borrowed from them or buy something from them you must pay back later. The nominal amount of your money that you promised to be returned is the amount of debt you have

Strategies Pay Off Debt
Here are ways to reduce the debt: 

  1.  reducing unnecessary expenses 
  2. do not borrow anymore  
  3. discuss your situation with the party providing the loan, to reschedule when you will be able to repay  
  4. soon pay off debts that have a component of costs and the highest interest
  5. do not buy expensive items when the amount of your debt is still high
 OTHER THAN THAT WE SHOULD HAVE A BUDGET, 
 Notes : on Budget The budget is a planning tool that mambantu us to monitor the money that we receive the money we spend funds budget is a planning process to spending so much less than we receive. Secrets of a sound financial budget is: Make sure that the money that comes out less than the money that comes 

FORMULA IS BUDGET 
EXPECTED MONEY RECEIVED - MONEY EXPECTED ISSUED = MONEY HAVE EXPECTED 

MENYIKAPI KEUANGAN DENGAN BIJAK

Cerdas mengelola, masa depan sejahtera
Tagline atau slogan diatas merupakan kata-kata yang selalu disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat pada saat melakukan edukasi keuangan. Slogan tersebut diaharapkan dapat menguggah dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu bersikap sebaik dan setepat mungkin dalam membelanjakan uang atau penghasilan dihasilkan setelah bekerja keras sudah seyogyanya digunakan dengan sebaik mungkin untuk masa depan dan keluarganya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saat ini kita hidup di era konsumenisme.Hampir semua jenis barang dan jasa sangat mudah didapatkan.Dengan maraknya tawaran pembelian secara mencicil, semua barang yang sebelumnya sulit untuk didapatkan, menjadi mudah untuk didapatkan.Di satu sisi, kondisi ini tentunya memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat. Namau di sisi lain, jika kita tidak dapat bijaksana menyikapinya, kita dapat terjebak menjadi orang yang lebih mengutamakan “keinginan” dan melupakan “kebutuhan” dasar yang seharusnya diprioritaskan. Masyarakat diajak untuk menjadi makin pintar dan cerdas menggunkaan uang dan penghasilannya. Setelah menjadi pintar dan cerdas, maka akan menjadi bijak. Dan jika sikap tersebut sudah terwujud, maka masa depan akan menjadi lebih dipersiapakan dan sejahtera. Mengelola keuangan demi masa depan bukanlah sesuatu hal yang sanagt rumit dan sulit unutk dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan apa yang disebut dengan aktivitas Perencanaan Keuangan  (Financial Planning).

KEBIASAAN ORANG YANG SEHAT KEUANGANNYA

Seorang dapat terlihat sehat jasmaninya, namun sebetulnya menderita berbagai penyakit didalamnya dan hal ini dapat disebabkan karena kebiasaan hidup yang kurang sehat.Sama halnya dengan keuangan, seorang mungkin tidak memliki keuangan yang sehat.Dari luar orang tersebut tampak memiliki banyak unag, namun sebetulnya mereka memiliki hutang yang besar diakibatkan kebiasaan mengelola keuangan yang tidak sehat.

Berikut adalah beberapa kebiasaan orang-orang yang memiliki keuangan yang sehat :
  1. Bekerja keras untuk mendapatkan uang 
  2. Selalu mencari dan memperhatikan car-cara baru untuk mendapatkan uang atau menyimpan uang 
  3. Selalu menghitung perlembaran uang dan uang koin yang dimiliki 
  4. Memperhatikan perbedaan antara barang yang sebetulnya dibutuhkan, dengan barang yang ingin dimiliki namun menghamburkan uang 
  5. Menabung sebagian uangan untuk kejadian di luar dugaan 
  6. Melihat penawaran khusus yang dapat membantu pengeluaran 
  7. Memastikan uang disimpan secara aman 
  8. Bertanya kepada orang lain mengenai mengelola uang dan mendapatkan uang

Unsur-unsur Kesuksesan dalam Memulai Bisnis

Salah satu untuk menjadi sukses dalam berwirausaha dalah dengan mempelajari konsumen.
Konsumen adalah raja. Mengapa mereka layak jadi raja? Karena konsumen berhak memilih, mennetukan, membeli, dan menggunakan produk yang ditawarkan produsen. Sedangkan produsen adalah pelayan yang menyediakan berbagai macam produk untuk melengkapi kebutuhan dan keinginan konsumen. 

Seorang konsumen saat membeli produk akan memilih apakah produk tersebut merupakan kebutuhan atau hanya keinginan sesaat. Konsumen memiliki banyak pertimbangan terhadap suatu produk. Setidaknya terdapat beberpa pertimbangan yang menjadi landasan bagi konsumen sebelum membeli sutu produk yang ditawarkan. 

Menentukan konsumen yang tepat adalah salah satu kunci kesuksesan bisnis. Percuma memiliki produk bagus tetapi kita dapat menemukan calon konsumen yang berminat dan mau membeli produk kita.  

Ada cara sederhana yang bisa digunakan untuk memilih calon konsumen mana yang akan kita layani yaitu dengan melakukan segmenting, targeting dan positioning(STP). Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Segementing / Segmentasi artinya pengelompokan. Yaitu mengelompokkan calon konsumen berdasarkan kriteria – kriteria tertentu. Pengelompokkan calon konsumen dibagi berdasarkan tiga hal, yaitu :
  1. Geografi Yaitu membagi kelompok calon konsumen berdasarkan wilayah yang berbeda-beda seperti negara, provinis, kota, atau desa. Pengusaha atau perusahaan akan beroperasi pada satu atau beberapa geografi yang dipandang potensial dan menguntungka
  2. Demografi Yaitu membagi calon konsumen menjadi kelompok-kelompok berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan agama. Ada bebrpa alasan segmentasi demografi hampir selalu disertakan, antara laian karena mudah pembagiannya dan dapat memeberikan gambaran tentang tren yang sedang terjadi.
  3. Psikografi Yaitu membagi calon konsumen manjadi kelompok-kelompok berdasarkan perilakunya melalui gay hidup (lifesytle), kelas sosial, nilai- nilai kehidupan yang dianut (value) dan kepribadian (personality).  Segmentasi berdasarkan psikografi ini dilakukan jika segmentasi demografi dirasa belum cukup sehingga perlu pembagian lebih jauh apa yang membuat orang-orang yang memiliki usia, pendapatan, dan pendidikan yang sama mempunyai perilaku yang berbeda dalam pembelian suatu barang atau jasa.

CARA MENGANALISA FAKTOR KEBERHASILAN KEWIRAUSAHAAN

    Mengidentifikasi Keberhasilan Usaha Seorang wirausaha yang ingin sukses atau berhasil dalam menjalankan usahanya ia harus selalu bekerja keras, disiplin, mandiri realistis, prestatif dan memiliki komitemen tinggi. Seorang wirausaha yang memiliki kemauan keras dan penuh disiplin kuat menggerakkan motivasi untuk bekerja secara sungguh-sungguh. Mereka harus tahan dalam segala penderitaan dan selalu berjuang untuk selalu memperbaiki nasibnya.
 
 Ciri-ciri wirausaha sukses  Menjadi wirausaha profesional harus memenuhi kriteria ketangguhan dan ketangguhan. Adapun ciri dari kedua kriteria tersebut adalah :

  1. Berpikir dan bertindak strategik, adatif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan teramasuk yang mengandung risiko agak besar dan dalam mengatasi masalah
  2. Selalu berusaha untuk mendapatkan keuntjngan melalui berbagai keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan langganan
  3. Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan denagn sistem pengendalian intern
  4. Selalu berusaha meningkatkan kamampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semanagat kerja serta pemupukan permodalan
  5. Berani mengambil resiko serta mampu memperhitungan dan berusaha menghindarinya
  6. Selalu berupaya mencapai dan menghasilkan karya bakti yang lebih baik untuk langganan, pemilik, pemasok, tenaga kerja, masyarakat, bangsa dan negara
  7. Antipasif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungan
Lalu bagaimana prilaku usahawan sukses itu? 
  1. Sikap jujur 
  2. Disiplin dan berani 
  3. Mandiri dan realistis 
  4. Kreatifitas dan inovatif 
 

MEMBENTUK JIWA KEWIRAUSAHAAN / ENTREPRENEUR

membentuk seseorang menjadi entrepreneur
Entrepreneur terlahir karena beberapa faktor, diantaranya :
  1. Faktor ekonomi Faktor ekonomi atau desakan ekonomi membuat seseorang terdorong untuk memulai sebuah usaha, baik itu konsinyasi atau kemitraan dengan teman yang memiliki usaha atau modal. Ada sebuah kisah seorang siswa kelas XII SMK yang terancam putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran. Tapi karena tekat yang kuat untuk menyelesaikan sekolahnya, tanpa rasa malu dan membuang gengsi, siswa tersebut menemui seorang produsen donat dan menawarkan diri untuk membantu penjualan donat dengan system konsinyasi. Setiap hari siswa tersebut membawa 40 donat ke sekolah dan menawarkan kepada teman-teman dan guru, alhasil dalam waktu 1 bulan dia bisa melunasi tunggakan iuran sekolah dan dapat mengikuti UN 
  2.  Faktor sosial Lingkungan sosial dapet membentuk jiwa wirausaha bagi seseorang. Sebut saja Ahong anak seorang shines yang tinggal dilingkungan pasar, setiap hari melihat perilaku para wirausaha dan keuntungan finansial yang diperoleh mendorong Ahong membuka konter pulsa dengan etalase kecil yang dimodali ayahnya. Ada juga yang menjadi wirausaha karena ingin membantu orang lain yang kesusahan. 
  3. Faktor Demografi Mengingkatnya jumlah penduduk dari tahun ketahun, menyebabkan sempitnya lapangan    kerja yang berimbas pada meningkatnya angka pengangguran. Ini menjadi inspirasi bagi orang-orang untuk berpikir kreatif dan memilih menjadi wirausaha  
  4. Faktor Keluarga Faktor keluarga dapat juga memicu seseorang menjadi wirausaha. Ibu yupi yang merupakan HRD di sebuah perusahaan ternama di daerah Surabaya memutuskan untuk resign. Materi yang sudah di rasa berkecukupan mengingat suami adalah seorang manajer di perusahaan swasta, di sisi lain mereka juga belum di karuniani keturunan, maka keputusan untuk resign pun di lakukan demi melakukan program bayi tabung.namun itu tidak membuat ibu yupi menjadi berdiam diri.akhirnya beliau mendirikan usaha angkringan sego kucing dan mendirikan usaha bersama dengan keluarga.ini juga yang dialami oleh Robbert Kiyosaky yang mulai belajar bisnis sejak umur 9 tahun karena ingin seperti teman-temannya punya mantel hangat yang bagus, sepatu baru dan liburan keluar negeri.
  5. Faktor Idola Wirausaha bisa juga muncul dari keinginan individu yang termotivasi karena memiliki idola seorang pebisnis yang sukses 
  6. Faktor spekulasi / berjaga-jaga. Fakta kita lihat banyak artis yang merangkap sebagai wirausaha karena factor spekulasi atau berjaga-jaga jika kelak ketenaran mulai pudar, sehingga tidak mengalami kesulitan finansial.
  7. Faktor Karakter seseorang Ada orang yang tidak bisa bekerja dibawah tekanan dari orang lain, maka mereka memilih wirausaha sebagai jalan mencapai imipian mereka. 
  8. Faktor Hobi Mooryati Soedibyo ( Direktur utama Mustika Ratu ), memulai bisnisnya karena hobi. Beliau memanfaatkan waktu luangnya dengan menekuni hobinya membuat lulur dan jamu tradisional. Hasilnya dibagikan kepada istri teman sejawat suaminya secara gratis. Lama kelamaan produk tersebut mulai banyak dipesan dan dijual. Dimulai dari garasi rumah sampai sekarang berkembang menjadi perusahaan kosmetik yang ternama dan memiliki cabang di dalam dan di luar negeri

UNDERSTANDING ENTREPRENEURSHIP

understanding Entrepreneurship
Entrepreneurship is a dynamic process to create additional wealth. Wealth generated by individuals who bear the main risk in terms of capital, time and / or career commitment or provide value for some product or service. Products or services may be able to look unique or not, but in many ways the value will be generated by an entrepreneur by receiving and placing the skills and resources needed this.
Entrepreneurship comes from the words and business entrepreneurship. According to the terms of etymology, entrepreneurial means warrior, hero, superman, exemplary, brave, high-minded and noble character. Effort, meaning charity, work, do something. So entrepreneurship is a warrior or hero do something. Entrepreneurial can gather the resources needed to take advantage of it, and take appropriate measures in order to ensure the success of their business. In entrepreneurship need for business development, which can help entrepreneurs to get an idea in the manufacture of goods that will be used as a product to be sold. In this business development process required an entrepreneur spirit means there is a persistence of soft skills, risk-taking, skilled, not easily discouraged, have the will to continue to learn, to give the best service to the consumer, patient, good at managing and pray.
Definition of entrepreneurship according to some figures:
  1. Richard Cantilon (1973) Entrepreneurship as work (self emplyment). A entrepreneur buy goods time this on price certain and sell on the future come with price no uncertain. So definition this more emphasize on How someone face risks or lack uncertainty.
  2. Leibenstein Harvey (1968.1979) Entrepreneurship cover activities needed for create or doing company time all market not yet form or not yet identified with clear, or component function production not yet is known fully
  3. Robin (1996) Entrepreneurship is something process someone in order to chase opportunities - opportunities meet needs and desire through innovation, without pay attention source power they control.
  4. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio Entrepreneurship as process identifying, developing, and bring visions to in life. Vision mentioned can the form idea innovative, opportunity, way more good in run something. Results end from process mentioned is creation or business newly formed on condition risk and uncertainty.
  5. Presidential Decree No. 4 Year 1995 on GNMMK ie Movement National Popularizing and civilize Entrepreneurship
Entrepreneurship is the attitude, spirit, behavior, and ability to handle business or activity that is directed to ways of working, new technologies and products to improve efficiency in order to provide better service and greater profits.
While the term entrepreneurship was introduced by Prof. Dr. Supaman Sumahamijaya in 1975 with the original terms that describe the entrepreneur, in the sense of those who start new businesses, to bear all the risk and benefit.
The word "Entrepreneur" is a translation of the English term entrepreneur, which means that the people who have the ability to see and assess opportunities business opportunities. JB Say describe entrepreneurs as people capable of transferring economic resources from low productivity level to the high level of productivity because it can produce more products
While understanding the entrepreneur according to the experts are as follows:
  1. According to view a Businessman entrepreneurial is threat, competitors new at too can a partner, supplier, consumer or a can invited cooperation.
  2. According to view a   Economist entrepreneurial is a or group who organized factors production, natural, labor, capital and skill FOR aim production.
  3. According to view a   Psychology entrepreneurial is one who has purpose, like hold experiment or displays freedom himself in outer power others.
  4. According to view a financier entrepreneurial is someone who creates welfare for person Another finding ways new for use of resources, reduce waste and open field work that endeared community.
  5. According to Gede Prama. SWP. 09 / XI / 1966 Entrepreneurial is those who dare compel himself for into waiter for other
From the various definitions of entrepreneurship that is already partially explained above any of your conclusions, or even any definition of the various figures in terms of translating for entrepreneurship, which certainly entrepreneurship is one way to pick sustenance and the way to achieve the dream of your dream.
The other says that entrepreneurship is a passion, attitude, behavior, and ability to handle a business or activity that is directed to seek, create, implement ways of working, new technologies and products to improve efficiency in order to provide good service or benefit that big. From the above discussion we can conclude that the entrepreneur is a person who has the ability to see and have a business opportunity, gather the resources needed to take advantage and appropriate action in ensuring success.
After understanding the sense of entrepreneurship must be understood also should we also learn to be an entrepreneur? how and why? in his book: "Cash Flow Quadrant" explained Robbert Kiyosaky gamlang, why do we have to choose to be an entrepreneur. In this book will be presented in a simple theory of Cash Flow Quadrant Kiyosaky Robbert, from neighbor reviews existing theories in his book is hopefully you inspired to become an entrepreneur.

HISTORY OF ENTREPRENEURSHIP

history of Entrepreneurship
* Initial Entrepreneurship Entrepreneurship rapidly expanding industrial revolution started with the invention of the steam engine by James Watt.Kemudian followed by other discoveries by Isaac Newton (telescope), Marconi (radio), Graham Bell (telephone), Thomas Edison (telegraph, lamp and the forerunner of the film), and many more. Entrepreneurship arises from the inventors of the world used by people who are able to sell and market the inspiration for the invention to be a business.* Entrepreneurship in ancient times Beginning of entrepreneurship is the contractor (the person doing the work agreement on a number of jobs that previously determined by the compensation amount of money that all the risks are borne by the recipient of the contract). Entrepreneurship anciently called risk taker (risk takers).Entrepreneurship in ancient times was driven by:1. The desire for survival (survival),2. Creative thinking fatherly advanced (creative thingking),3. Thinking to determine something better by developing what he have (improvement)4. Thinking visionary to find something new and different (inventor),5. Appear idea gave birth to a science in order to find living up to being a business,6. Embryo science of entrepreneurship, which is selling is the core of entrepreneurial skills and become a science of getting rich and success that has been used since.
* Entrepreneurship In the Middle Ages (before the 17th century)Since the invention of the steam engine by James Watt, the industrial era has replaced the era of agro (agricultural bulk) .However, before that entrepreneurs are people who are able to control, manage and optimize resources in a project that dominated to earn a certain return in the concept produksi.Perbedaan entrepreneurship in the ancient times lies in the concept of production (based production and sales).* Entrepreneurship In the Industrial AgeJames Watt has changed the agricultural era into the era of production and Alexander Graham Bell has further mendoronganya telecommunications kesektor after the discovery of the phone. In this era, entrepreneurship are those who dare to take risks (risk takers), and no capital money (capital) which do a deal with the owners of capital fatherly working on specific projects of its resources but do not have enough knowledge. This is what distinguishes entrepreneurship from the previous era, that aspect of "capital adequacy". Such entrepreneurial called entrepreneurial join venture capital (one side is intelectual capital, the other party is the equity capital).Ages 20 Entrepreneurship Entrepreneurship is a person who has the experience, expertise and ability to organize a good effort from the beginning or has worked for private purposes, namely prosperity. The element that sets it apart is its ability to dare to bear all the risk of both capital, time, and the good name that was not previously done including the use of technology.In previous times, capital is combined capital (venture capital), but now is not necessarily to be combined capital / together (could own / individ or partnership). Examples of Microsoft, IBM, Appel, Dell and others lain.Kewirausahaan of the 21st century in this century, entrepreneurship has been more than just organizing because it could consist of a creator (creator), financiers (inventors), and innovation actors (innovator). At this time, the backbone of the success of a business is an entrepreneur creativity it self.

Saturday, August 27, 2016

PENJELASAN TENTANG CASH FLOW QUADRANT KEWIRAUSAAN

Cash flow quadran berasal dari kata “Cash Flow” = arus uang. “Quadran” adalah posisi kiri atau kanan atau letak. Casflow quadran menggambarkan posisi arus kas seseorang yang berada disisi sebelah kiri dan kanan kuadran. Cash flow Quadan adalah salah satu metode dari mana penghasilan atau uang diperoleh. Misalnya orang yang berada dikuadran kiri “E” ( Pegawai dan Pekerja ) adalah orang-orang mendapatkan uang dengan bekerja pada orang lain baik itu pemerintah maupun perusahaan. Orang “S” mendapatkan uang dengan bekerja untuk diri sendiri ( Artis, Dokter dll ). Mereka tidak mau dibayar, tapi merekalah yang menentukan berapa mereka pantas dibayar, atau menetapkan tarif atau persentase dari suatu proyek. 
Orang yang berada dikuadran kiri memilih berada diposisi kiri untuk mencari pekerjaan yang aman dapat uang rutin setiap bulan dengan tunjangan. Demikian juga halnya dengan Artis, Dokter, Notaris dan lainnya, merasa nyaman dengan hasil kerja mereka yang cukup lumayan. Tapi…apa yang mereka alami…? Mereka aman secara finansial tapi hidup pas- pasan.dapat uang tapi terikat dengan waktu. Liburan baru bisa dinikmati jika cuti tahunan, berangkat kerja pagi pulang sore bahkan sampai malam, kadang kerja 20 jam saat shutting.belum lagi jebakan macet ketika posisi berada di ibukota.berangkat pagi di kala anak masih tidur dan pulang malam di kala anak sudah tertidur.kalau boleh di umpamakan hampir separuh umur kita habis di jalan. Sulit untuk bisa menikmati liburan bersama keluarga, apalagi datang di majelis majelis ilmu.karena waktu yang sangat terbatas, sementara secara financial gaji sudah banyak potongan hutang, mulai dari PPh sampai kredit rumah, mobil, motor, credit card dan lainnya. 
Sedangkan orang yang berada dikuadran kanan adalah orang yang memiliki sistem dan orang lain lah yang bekerja untuk dia. Mpereka yang dikuadran kanan ini memiliki kebebasan financial dan kebebasan waktu untuk menikmati hidup . Orang bekerja untuk mereka dan uang bekerja untuk mereka.
Nah bagaimana dengan kita…? 
Apakah Anda telah memilih kuadran mana Anda akan berdiri..? Jika Anda ingin hidup lebih baik, mapan, bebas finansial, berdirilah di kuadran kanan, insya Allah mimpi-mimpi Anda akan terwujud. Hidup Anda akan lebih bermanfaat,“sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya…!” Tapi…ingat konsekuensinya Anda akan bekerja dan berfikir keras untuk merintisnya.wujudkan mimpi mimpi anda ( berinfaq, Berangkat haji sekeluarga, rumah, mobil, memiliki panti asuhan, rumah jompo, sekolah gratis, membuat sekolah tahfidz dengan tanpa menunggu gaji bulanan atau bahkan berhutang ) Targetkan mimpi Anda dari sekarang..! Belajar giat, tambah ketrampilan, baca buku-buku bisnis, bangun jiwa wirausaha dalam diri Anda..! Jadilah manusia yang bermanfaat, dan janganlah menjadi beban bagi orang lain termasuk orang tua Anda sendiri…! Walaupun tetap harus di ingat memetakan hidup setelah mati juga harus kita lakukan karena bagaimanapun kekekalan hidup di dunia ini hanya sementara saja.kehidupan setelah dunia ini lah sebaik baik kehidupan yang harus kita raih.

MENGAPA KITA HARUS BELAJAR KEWIRAUSAHAAN ?

Kenapa kita harus belajar Kewirausahaan…?
Sadar atau tidak kita dikelilingi oleh entrepreneur atau wirausahawan. Berbagai profesi dan disiplin ilmu menjurus pada satu titik yaitu wirausaha. Yang membedakannya hanyalah tujuan, ada profesi yang bisa dikomersilkan dan ada yang tidak, tapi…secara umum apapun disiplin ilmu memiliki nilai jual, baik yang bersidat eksakta, social, politik, budaya, pertambangan, analitic, pshicology dan lainnya.
Teori Cash Flow Quadran membagi manusia dalam empat kuadran, yaitu dua dikuadran kiri dan dua dikuadran kanan,

Kuadran kiri: E=Employee/Pegawai tetap seperti PNS, Karyawan, Buruh. S=Self-employed (Pekerja lepas); Artis, Dokter, pengacara ,Notaris 
Kuadran Kanan: B=Business owner (Independen Business Owner / IBO = pemilik bisnis) I=Investor (Penanam Modal) 
Di dalam Buku Cash Flow Quadran Robbert Kiyosaky (Best seller 2006), yang juga dijadikan sumber insipirasi dan motivasi oleh beberapa MLM…saya baru sadar bahwa saya berada pada kuadran kiri bagian pertama (E). Saya acungkan jempol dengan pemikiran beliau dari sisi keilmuan ini. Ini adalah hal sederhana yang memang jarang orang mau berfikir kea rah itu.sekilas saya jadi ingat kisah kisah pada masa lalu..betapa kemajuan negeri negeri pada masa lalu adalah salah satu nya rata rata dari mereka adalah berbisnis dan berjual beli.dan mulai berpikir bahwa saya belum sepenuhnya sukses. Dengan tanpa mengurangi rasa syukur atas apa yang sudah Allah berikan kepada saya. Kemudian saya mencoba merambah ke kuadran kanan sebagai Independent Business Owner dengan membuka usaha bersama keluarga “Rumah Pie”.home made, berencana untuk focus dan mengembangkan usaha “ day care” dan focus kembali kepada PAUD saya setelah sekian lama saya hanya focus di kuadran kiri yaitu menjadi pendidik saja. Setelah saya jalani, ternyata tidak mudah. Untuk pindah kuadran perlu keahlian dan keberanian secara total dan focus pada bisnis yang sudah kita pilih. Tapi saya sangat menyukai bisnis. Dengan bisnis hidup saya lebih baik, hari-hari saya lalui tidak monoton, jaringan persahabatan semakin luas, lebih enerjik dan selalu semangat. Saya semakin yakin dengan pemahaman tentang sumber rezeki terbesar itu ada di perniagaan ( 90%).
Tapi sebagai guru, saya tetap konsern dan bertanggung jawab penuh atas keberhasilan siswa siswi saya dalam studi terutama dalam membangun jiwa wirausaha dan memotivasi mereka untuk memiliki mimpi yang besar, karena dengan mimpi yang besarlah orang menjadi besar, bukan lagi bercita-cita menjadi pekerja swalayan, buruh pabrik setelah lulus dari SMK walaupun saya adalah seorang tenaga guru honorer. Saya berharap setelah menjelaskan metode ini dengan sederhana, orang orang akan mengetahui khusus nya pembaca modul ini dan khususnya lagi siswa-siswi SMK mulai berfikir dan dengan gagah berani mengambil keputusan, “di kuadran mana saya harus berdiri, agar memiliki kebebasan finansial di usia dini…!” 
Fakta menunjukkan kebebasan finasial hanya dimilik oleh orang-orang yang berada dikuadran kanan.secara logika seorang pegawai atau karyawan peluang untuk bisa memiliki serba mewah : mobil mewah, rumah mewah, villa, liburan keluar negeri amatlah jarang.kalaupun ada itu didapatkan dari warisan,hadiah. Harapan saya para lulusan tidak lagi berfikir untuk mencari pekerjaan, tetapi memiliki misi yang kuat untuk menjadi wirausahawaan sukses dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi selanjutnya. Mari kita pahami metode cash flow kuadran yang menurut saya cukup bagus.

PENGERTIAN KEWIRAUSAAN



Kewirausahaan adalah sebuah proses dinamis dalam menciptakan tambahan kekayaan. Kekayaan dihasilkan oleh individu yang menanggung resiko utama dalam hal modal, waktu dan/atau komitmen karier atau menyediakan nilai bagi beberapa produk atau jasa. Produk atau jasa mungkin dapat terlihat unik ataupun tidak, tetapi dengan berbagai cara nilai akan dihasilkan oleh seorang pengusaha dengan menerima dan menempatkan keterampilan dan sumber daya yang dibutuhkan ini.
Kewirausahaan sendiri berasal dari kata wira dan usaha. Menurut segi etimologi, wira artinya pejuang, pahlawan, manusai unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar dan bewatak agung. Usaha, artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan berbuat sesuatu. Wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang mana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukan jiwa seorang wirausaha yang soft skill artinya ada ketekunan, berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdoa.
Pengertian kewirausahaan menurut beberapa tokoh :
1. Richard Cantilon (1973) Kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self emplyment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana sesorang menghadapi resiko atau ketidakpastian. 2. Harvey Leibenstein (1968,1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya, 3. Robin (1996)  Kewirausahaan adalah suatu proses sesorang guna mengejar peluang- peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan. 4. Enterpreneurship Center at Miami University of Ohio Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menajalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah pencipataan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko dan ketidakpastian. 5. Inpres No. 4 Tahun 1995 tentang GNMMK yaitu Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah sikap, semangat, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.
Sedangkan istilah wirausaha diperkenalkan oleh Prof. Dr. Suparman Sumahamijaya pada tahun 1975 dengan menjabarkan dalam istilah aslinya yaitu entrepreneur, dalam arti mereka yang memulai usaha baru, menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan.
Kata “Wirausaha” merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris entrepreneur, yang artinya adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan peluang bisnis. J.B Say menggambarkan pengusaha sebagai orang yang mampu memindahkan sumber-sumber ekonomi dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas tinggi karena mampu menghasilkan produk yang lebih banyak.
Sedangkan pengertian wirausaha menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1. Menurut pandangan seorang  Businessman Wirausaha adalah ancaman, pesaing baru atu juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen atau seorang yang bisa diajak kerjasama.  2. Menurut pandangan seorang  Ekonom Wirausaha adalah seorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal dan skilluntuk tujuan berproduksi. 3. Menurut pandangan seorang  Psikologi Wirausaha adalah seorang yang memiliki tujuan, suka mengadakan eksperimen atau menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain. 4. Menurut pandangan seorang Pemodal Wirausaha adalah seseorang yang menciptakan kesejahteraan untuk orang lain yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources, mengurangi pemborosan dan membuka lapangan kerja yang disenangi masyrakat. 5. Menurut Gede Prama. SWP. 09/XI/1966 Wirausaha adalah orang-orang yang berani memaksa dirinya untuk menjadi pelayan bagi orang lain 
Dari berbagai definisi wirausaha yang sudah sebagian di jelaskan di atas.apapun kesimpulan anda, atau bahkan apapun definisi dari berbagai tokoh dalam hal menterjemahkan tentang wirausaha, yang pasti kewirausahaan adalah salah satu jalan untuk menjemput rezeki dan jalan untuk mencapai mimpi mimpi anda. 
Pendapat lain mengatakan bahwa Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah kepada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang baik atau memperoleh keuntungan yang besar. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa wirausahawan itu adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan memiliki kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat dalam memastikan kesuksesan. 
Setelah memahami pengertian kewirausahaan harus di pahami juga perlukah kita juga belajar untuk menjadi seorang wirausaha? bagaimana dan kenapa? dalam bukunya : “Cash Flow Quadrant” Robbert Kiyosaky menjelaskan dengan gamlang, kenapa kita harus memilih menjadi seorang wirausaha. Dalam buku ini akan dipaparkan secara sederhana Teori Cash Flow Quadrant Robbert Kiyosaky, dari ulasan tetang teori yang ada di buku beliau ini mudah-mudahan Anda terinspirasi untuk menjadi seorang entrepreneur.